WELCOME MY BLOG GUDANG AKUNTANSI DAN ILMU PENGETAHUAN MAHASISWA LAINX

Kamis, 01 Desember 2011

Standar Akuntansi Keuangan

FASB adalah singkatan untuk Dewan Standar Akuntansi Keuangan. Diciptakan pada tahun 1973, menggantikan Prinsip Akuntansi Dewan dan Komite Tata Akuntansi American Institute Akuntan Publik sebelumnya.
FASB adalah badan swasta yang misinya adalah untuk "membangun dan meningkatkan standar akuntansi keuangan dan pelaporan untuk bimbingan dan pendidikan publik, termasuk emiten, auditor dan pengguna informasi keuangan." FASB menerbitkan GAAP .
PSAK adalah standar yang digunakan untuk pelaporan keuangan di Indonesia.  PSAK digunakan sebagai pedoman akuntan untuk membuat laporan keuangan.
  • PSAK 00 Kerangka Dasar Penyusunan Penyajian Laporan Keuangan [download]
  • PSAK 01 Pengungkapan Kebijakan Akuntansi [download]
  • PSAK 01 Revisi Pengungkapan Kebijakan Akuntansi [download]
  • PSAK 02 Arus Kas [download]
  • PSAK 03 Laporan Keuangan Interim [download]
  • PSAK 04 Laporan keuangan Konsolidasi [download]
  • PSAK 05 Segmen [download]
  • PSAK 06 Akuntansi dan Pelaporan untuk Perusahaan dalam Tahap Pengembangan [download]
  • PSAK 07 Pengungkapan Pihak yang Memiliki Hubungan Istimewa [download]
  • PSAK 08 Peristiwa setelah Tanggal Neraca dan Kontinjensi [download]
  • PSAK 08ED Peristiwa setelah Tanggal Neraca dan Kontinjensi [download]
  • PSAK 09 Penyajian Aktiva Lancar dan Kewajiban Lancar [download]
  • PSAK 10 Transaksi dalam Mata Uang Asing [download]
  • PSAK 11 Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing [download]
  • PSAK 12 Pelaporan Keuangan tentang Bagian Partisipasi dalam Pengendalian [download]
  • PSAK 13 Akuntansi untuk Investasi [download]
  • PSAK 14 Akuntansi untuk Persediaan [download]
  • PSAK 15 Akuntansi untuk Investasi dalam Perusahaan Asosiasi [download]
  • PSAK 16 Aktiva Tetap dan Lain-Lain [download]
  • PSAK 16ED Aktiva Tetap dan Lain-Lain [download]
  • PSAK 17 Penyusutan [download]
  • PSAK 18 Akuntansi Dana Pensiun [download]
  • PSAK 19 Aktiva Tidak Berwujud [download]
  • PSAK 20 Biaya Riset dan Pengembangan [download]
  • PSAK 21 Akuntansi Ekuitas [download]
  • PSAK 22 Akuntansi Penggabungan Usaha [download]
  • PSAK 23 Pendapatan [download]
  • PSAK 24 Akuntansi Biaya Manfaat Pensiun [download]
  • PSAK 25 Kesalahan Mendasar [download]
  • PSAK 26 Biaya Pinjaman [download]
  • PSAK 27 Kewajiban Diestimasi [download]
  • PSAK 27 Revisi (98) Akuntansi Perkoperasian [download]
  • PSAK 28 Akuntansi Asuransi Kerugian [download]
  • PSAK 29 Akuntansi Minyak dan Gas Bumi [download]
  • PSAK 30 Leasing [download]
  • PSAK 31 Akuntansi Perbankan [download]
  • PSAK 32 Akuntansi Kehutanan [download]
  • PSAK 33 Akuntansi Pertambangan Umum [download]
  • PSAK 34 Akuntansi Kontrak Kontruksi [download]
  • PSAK 35 Akuntansi Pendapatan Jasa Telekomunikasi [download]
  • PSAK 37 Akuntansi Penyelenggaraan Jalan Tol [download]
  • PSAK 38 Akuntansi Restrukturisasi Entitas Sepengendali [download]
  • PSAK 39 Akuntansi Kerjasama Operasi [download]
  • PSAK 40 Perubahan EKuitas Anak Perusahaan-Perusahaan Asosiasi [download]
  • PSAK 41 Akuntansi Waran [download]
  • PSAK 42 Akuntansi Perusahaan Efek [download]
  • PSAK 43 AKuntansi Anjak Piutang [download]
  • PSAK 44 Akuntansi Aktivitas Pengembangan Real Estate [download]
  • PSAK 45 Pelaporan Keuangan Organisasi Nirlaba [download]
  • PSAK 46 Akuntansi Pajak Penghasilan [download]
  • PSAK 47 Akuntansi Tanah [download]
  • PSAK 48 Penurunan Nilai Aktiva [download]
  • PSAK 49 Akuntansi Reksadana [download]
  • PSAK 50 Akuntansi Investasi Efek Tertentu [download]
  • PSAK 51 Akuntansi Kuasa Reorganisasi [download]
  • PSAK 52 Akuntansi Mata Uang Pelaporan [download]
  • PSAK 53 Akuntansi Kompensasi Berbasis Saham [download]
  • PSAK 54 Akuntansi Restrukturisasi Hutang Piutang Bermasalah [download]
  • PSAK 55 Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung [download]
  • PSAK 56 Laba Per Saham [download]
  • PSAK 56 Laba Per Saham Lengkap [download]
  • PSAK 57 Kewajiban Diestimasi, Kewajiban, dan Akuntansi Kontruksi [download]
  • PSAK 58 Operasi dalam Penghentian [download]
  • PSAK 59 Akuntansi Perbankan Syariah [download]
Daftar Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK)ISAK NO. 01 Interpretasi atas paragraf 23 PSAK No. 21 tentang Penentuan Harga Pasar Dividen Saham
ISAK NO. 02 Interpretasi atas Penyajian Piutang pada Pemesan Saham
ISAK NO. 03 Interpretasi tentang Perlakuan Akuntansi atas Pemberian Sumbangan atau Bantuan
ISAK NO. 04 Interpretasi atas paragraf 32 PSAK 10 tentang Alternatif Perlakuan yang Diizinkan Atas Selisih Kurs
ISAK NO. 05 Interpretasi atas paragraf 14 PSAK 50 Pelaporan Perubahan Nilai Wajar Investasi Efek dalam Kelompok Tersedia untuk Dijual
ISAK NO. 06 Interpretasi atas paragraf 12 dan 16 PSAK 55 (Revisi 1999) tentang Instrumen Derivatif Melekat Dalam Kontrak dengan Mata Uang Asing
ISAK NO. 07 Interpretasi atas Paragraf 5 dan 19 PSAK 4 tentang Konsolidasi Entitas Bertujuan Khusus

Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU)
·         Prinsip Akuntansi Berterima Umum merupakan rerangka pedoman untuk menentukan perlakuan akuntansi yang tepat atau wajar dalam suatu lingkungan akuntansi (negara). PABU ini dibentuk oleh 2 pedoman yaitu: pedoman yang ditentukan secara resmi oleh badan yang berwenang dalam bentuk standar akuntansi atau juga pedman-pedoman yang baik dan tengah banyak dipraktikkan dapat digunakan sebagai acuan bila hal tersebut tidak bertentangan dengan rerangka konseptual atau didukung berlakunya secara autoritatif.
·         PABU memberi batasan atau definisi berbagai elemen, pos, atau objek statemen keuangan atau istilah yang digunakan dalam pelaporan keuangan agar tidak terjadi kesalahan klasifikasi oleh penyusun dan kesalahan interpretasi oleh pemakai.
·         Terdapat tiga konsep atau tiga istilah penting yang sangat berbeda maknanya, yaitu: prinsip akuntansi, standar akuntansi, dan prinsip akuntansi berterima umum. Prinsip Akuntansi adalah segala idiologi, gagasan, asumsi, konsep, prostulat, kaidah, prosedur, metode, dan teknik akuntansi yang tersedia baik secara teoritis maupun praktis yang berfungsi sebagai pengetahuan.
·         Standar Akuntansi adalah konsep, prinsip, metoda, teknik, dan lainnya yang sengaja dipilih atas dasar rerangka konseptual oleh badan penyusun standar (atau yang berwenang) untuk diberlakukan dalam suatu lingkungan/negara dan dituangkan dalam bentuk dokumen resmi guna mencapai tujuan pelaporan keuangan negara tersebut. Istilah atau konsep yang ketiga adalah PABU, PABU adalah suatu rerangka pedoman yang terdiri atas standar akuntansi dan sumber-sumber lain yang didukung berlakunya secara resmi (yuridis), teoritis, dan praktis.

Isi PABU Sebagai Rerangka Pedoman
·         Rerangka pedoman berisi komponen-komponen yang tersusun secara hierarkis baik atas dasar tingkat konseptual maupun auotoritas. Rerangka pedoman ini mengalami perkembangan sesuai dengan kebutuhan praktik dan profesi, sehingga memunculkan beragam versi mengenai PABU. Versi-versi PABU yang muncul adalah PABU versi APB, versi Rubin, versi SAS No. 69 dan versi SPAP.
·         PABU Versi APB ( Accounting Principle Board).
·         PABU dalam versi ini terdiri dari landasan konseptual seperti dalam rerangka konseptual versi FASB dan GAAP yang disebut landasan operasional atau praktik yang terdiri dari prinsip mendasar, prinsip operasi umum, dan prinsip terinci.
·         PABU menurut versi Rubin menganalogi tingkat keautoratifan yang membentuk suatu hirarki dengan suatu bentuk bangunan rumah. Ini menggambarkan PABU sebagai rerangka pedoman yang dideskripsikan oleh AICPA dalam SAS No 43. Hirarki dilukiskan sebagai lantai rumah bertingkat dengan fondasi berupa landasan konseptual. Tiap lantai menggambarkan tingkat keautoritatifan dengan landasan paling bawah berisi sumber yang paling autoritatif.
·         Pada PABU versi SAS No. 69.
·         menggambarkan GAAP sebagai dua hierarki pararel, satu untuk entitas nonkepemerintahan dan yang lain untuk entitas kepemerintahan. Sedangkan PABU versi SPAP adalah
·         PABU yang diambil dari SAS No.69 tetapi hanya diambil untuk entitas nonkepemerintahan (bisnis dan nonbisnis).

Selanjutnya hanya ditekankan pada rerangka konseptual FASB. Adanya kebutuhan akan rerangka konseptual mendorong FASB mengeluarkan Discussion Memorandum berjudul “ Conceptual Rerangka for Financial Accounting and Reporting : Elements of Financial Statements and Their Measurement “ pada tahun 1976. Hasil kerja dan tulisan tersebut akhinya pada perioda 1978-1985 dihasilkan enam komponen rerangka konseptual dan diberi nama Statement of  Financial Accounting Concept (SFAC) sebagai berikut :
a). SFAC No. 1 : Objectives of  Financial Reporting by Business Enterprise tahun 1978. Isi : tujuan pelaporan keuangan.
b). SFAC No. 2 : Qualitative Charateristics of Accounting Information tahun 1980. Isi : kualitas informasi yang harus dipenuhi dalam pelaporan keuangan.
c). SFAC No. 3 : Elemennts of  Financial Statements of Business Enterprises tahun 1980. Isi : tujuan yang akan dicapai dalam pelaporan keuangan organisasi nir laba.
d). SFAC No. 4 : Objectives of  Financial Reporting by Nonbusiness Organizations tahun 1980. Isi : kriteria pengakuan dan atribut pengukuran elemen laporan keuangan.
e). SFAC No. 5 : Recognition dan Measurement in Financial Statement of Business Enterprises tahun 1984. Isi : Definisi dan karakteristik elemen laporan keuangan.
f). SFAC No. 6 : Elements of Financial Statements: A Replacement of  FASB Concepts Statement No. 3 tahun 1985. Isi : mengganti SFAC No. 3 dan berlaku juga bagi organisasi nir laba.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar