WELCOME MY BLOG GUDANG AKUNTANSI DAN ILMU PENGETAHUAN MAHASISWA LAINX

Rabu, 28 Maret 2012

Metode Depresiasi


Depresiasi bukanlah teknik untuk menilai aktiva tetap dan dengan melakukan depresiasi tidaklah otomatis perusahaan menyisihkan uang untuk membeli aktiva tetap.
    Faktor-faktor yang mempengaruhi depresiasi adalah:
1.      cost dari aktiva tetap,
2.      umur ekonomis aktiva tetap,
3.      nilai residu, dan
4.      pola penggunaan aktiva tetap.
Terdapat beberapa metode depresiasi, yaitu:
·         Metode Garis Lurus
·         Metode Saldo Menurun
·         Metode Jumlah Angka Tahun
·         Metode Unit Input
·         Metode Unit Output
  •   Metode Garis Lurus
Dengan metode ini penyusutan tahunan dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu:
    • (cost-nilai residu) : umur
Misalkan nilai sebuah peralatan yang diperoleh tahun 2012 senilai Rp 16.000.000,00 dan masa manfaat ditentukan 5 tahun dengan nilai sisa Rp 1.000.000,00, besarnya penyusutan tahun 2012 dapat dihitung sebagai berikut: (16.000.000-1.000.000)/5 = Rp 3.000.000,00.
    • Ditentukan % penyusutan, kemudian penyusutan tahunan diperoleh dengan cara mengalikan % tersebut dengan cost yang disusutkan sebagai berikut:
1.Prosentase penyusutan tahunan = 100% : umur, jadi = 100% : 5 = 20%.
2.Dihitung penyusutan = 20% x (16.000.000 – 1.000.000) = Rp 3.000.000,00.

  • ·  Metode Saldo Menurun
Pertama, tentukan prosentase penyusutan, biasanya dua kali prosentase penyusutan metode garis lurus. Dengan demikian jika ada mesin umurnya 5 tahun, maka tarif/prosentase penyusutan tahunannya adalah 2 x 100% : 5 = 40%.
Setelah itu ditentukan nilai buku pada awal tahun. Nilai buku adalah saldo rekening aktiva tetap dikurangi dengan saldo rekening akumulasi penyusutan. Untuk tahun pembelian, karena akumulasi penyusutannya belum ada, maka nilai bukunya adalah sebesar harga perolehannya.
Selanjutnya besarnya penyusutan satu tahun dihitung dengan cara mengalikan % penyusutan dengan nilai buku. Misalkan ada sebuah mesin dibeli tanggal 2 Januari 2012  dengan harga Rp 16.000.000 dan ditaksir dapat digunakan selama 5 tahun. Penyusutan tahun 2012, 2013, dan 2014 dapat dihitung sebagai berikut :
Tarif/prosentase penyusutan    = 2 x (100% : 5) = 40%
Penyusutan tahun 2012        = 40% x Nilai Buku
                = 40% x Rp 16.000.000
                = Rp 6.400.000
Penyusutan tahun 2013        = 40% x Nilai buku awal tahun 2002
                = 40% x (Rp 16.000.000 – Rp 6.400.000)
                = Rp 3.840.000
Penyusutan tahun 2014        = 40% x Nilai buku awal tahun 2003
                = 40% x (16.000.000 –6.400.000 – 3.840.000)
                = Rp 2.304.000 

Penyusutan tahunan dapat dicari dengan rumus lain yaitu menentukan Nilai Buku pada akhir tahun ke-n = cost x (1 – tarif)n
                 = Rp 16.000.000 x (1 – 0,4) n
Nilai buku akhir tahun ke-3 = Rp 16.000.000 x     (1 – 0,4) 3
                 = Rp 16.000.000 x 0,216
                 = Rp 3.456.000,00.
Penyusutan tahun 2014 adalah 40% x Rp 3.456.000 = Rp 1.282.600,00.

  • · Metode Jumlah Angka-angka Tahun
Alokasi cost aktiva tetap dilakukan berdasarkan angka tahun penggunaan. Jika umur aktiva tetap adalah 5 tahun, maka tahun penggunaannya adalah tahun ke 1,2,3,4,5. Jumlah dari angka-angka tersebut akan dijadikan penyebut. Sementara itu pembilangnya adalah sisa umur dari masing awal tahun penggunaan. Pada awal penggunaan sisa umurnya masih lima tahun, oleh karenanya pembilangnya adalah 5. Setelah digunakan 1 tahun, maka pada awal tahun kedua sisa umurnya adalah empat tahun sehingga pembilangnya adalah 4. Demikian seterusnya untuk tahun ketiga, keempat, dan seterusnya.
Misalkan ada sebuah mesin dibeli tanggal 2 Januari 2012 dengan harga Rp 16.000.000 ditaksir masa manfaat 5 tahun dengan nilai residu Rp 1.000.000. Penyusutan tahun 2012, 2013, 2014, 2015, dan 2016 dapat dihitung sebagai berikut:
Tahun ke 
Perhitungan 
Jumlah
1 
5/15 (16.000.000 – 1.000.000)
5.000.000
2 
4/15 (16.000.000 – 1.000.000)
4.000.000
3 
3/15 (16.000.000 – 1.000.000)
3.000.000
4 
2/15 (16.000.000 – 1.000.000)
2.000.000
5 
1/15 (16.000.000 – 1.000.000)
1.000.000

  •   Metode Unit Input
Alokasi cost aktiva tetap ke beban penyusutan tahunan digunakan jumlah input yang dikeluarkan (misalnya jam mesin) dalam suatu tahun dibandingkan dengan taksiran input (jam mesin) yang harus dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut diafkir. Misalkan sebuah mesin dibeli pada tanggal 2 Januari 2012 dengan harga Rp 16.000.000 dan ditaksir dapat digunakan selama 100.000 jam dengan nilai residu Rp 1.000.000. Selama tahun 2012 digunakan selama 5.000 jam, maka penyusutan tahun 2012 adalah:
(5.000/100.000) x (Rp 16.000.000 – Rp 1.000.000) = Rp 750.000

 
  •   Metode Unit Output (Hasil)
Alokasi cost aktiva ke beban penyusutan tahunan menggunakan jumlah produk yang dihasilkan dalam suatu tahun dibandingkan dengan taksiran output (jumlah produk) yang akan dihasilkan sampai aktiva tetap tersebut diafkir. Misalkan sebuah mesin dibeli pada tanggal 2 Januari 2012 dengan harga Rp 16.000.000 dan ditaksir dapat digunakan untuk membuat produk sebanyak 200.000 unit dengan nilai residu Rp 1.000.000. Selama tahun 2012 digunakan selama 20.000 unit maka penyusutan tahun 2012 adalah:
            (20.000/200.000) x (Rp 16.000.000 – Rp 1.000.000) = Rp 1.500.000

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar